Monday, April 13, 2020

Ini (hanya) Masalah Kebiasaan

Abang Tristan
Sejak tanggal 16 maret 2020, 3 anak saya, abang Tristan - kelas 7, kakak Thea - kelas 3 dan adek Terry - TK A, mulai melakukan kegiatan belajar di rumah. Seminggu di awal, kondisi masih baik-baik saja, terutama buat saya yang memang sudah terbiasa bekerja dari rumah. Anak-anak belum banyak mendapatkan tugas sekolah karena masih masa penyesuaian kelas online. Sekolah masih mencari-cari media yang paling sesuai untuk semua pihak. 
Kakak Thea


Fyi, 3 anak saya sekolah di sekolah yang berbeda (nanti saya tulis tersendiri yaa alasannya). Abang dan adek ada di sekolah yang sama, sedangkan kakak beda sekolah. Ke 2 sekolah ini punya karakter dan budaya yang berbeda dalam menjalankan proses belajar mengajar. Persamaannya adalah, sama-sama tidak banyak PRnya, dan sekolahnya libur di hari Sabtu. Fasilitas sekolahnya juga tentunya berbeda. Sekolah kakak sudah punya aplikasi sekolah sendiri walaupun untuk kelas 3 masih belum dimanfaatkan maksimal, sedangkan sekolah abang dan adek belum ada, jadi memanfaatkan fasilitas gratisan yang tersedia di internet.


Jujur saja, saat saya memilih sekolah anak, yang saya cari adalah yang tidak memberikan PR. Artinya, saya tidak ingin anak-anak saya masih melanjutkan peran sebagai pelajar di rumah. Saya ingin anak saya menikmati kehidupan di rumah, mempelajari hal-hal di luar urusan akademis dan have fun di rumah. Makanya ketika bencana COVID19 ini mengharuskan mereka belajar di rumah, kami (saya dan anak-anak) jadi gagap. Bukan hanya beban tugas anak sekolah, tapi pekerjaan saya, bisnis Oriflame saya yang biasanya saya lakukan dengan bahagia, terasa jadi beban buat saya . Saya tidak terbiasa, saya stress kurang tidur, dan berakibat marah-marah saat tugas tidak selesai sesuai target. Tuhan ampuni saya yaaaa.

Seiring berjalannya waktu, saya dan anak-anak mulai terbiasa. Saya sudah mulai bisa menata kembali jadwal harian, membuat to do list kegiatan harian saya dan mulai kembali menikmati pekerjaan saya.
Saya sudah kembali on track sebagai mama yang cukup sabar, sebagai upline yang perduli pada jaringan Oriflame saya. Jadi ketika semua sudah terbiasa, keadaan menjadi terkendali. HIlang semua sakit kepala dan sakit penyakit lainnya. Semua karena 1 hal: KEBIASAAN, terbiasa dan tidak terbiasa



Adek Terry

Saturday, April 11, 2020

Aku kembali

Setelah sekian purnama aku meninggalkan "rumah" ini, aku tetiba kangen.

Aku kangen menuliskan ceritaku. Aku rindu menumpahkan isi kepalaku.

Jadi, aku memutuskan untuk kembali, mulai malam ini.

Tunggu ceritaku selanjutnya yaa ☺☺


Thursday, April 2, 2015

I Am a Game Player

Hari ini adalah hari kedua saya mengikuti sebuah proyek sukses di Oriflame bernama 90 days game plan.
Namanya saja game alias permainan, selalu ada aturan permainan yang harus diselesaikan untuk mendapatkan hadiah utama. 

Jadi selama 90 hari ke depan, tepatnya di bulan April, Mei dan Juni, para gamers ini akan diberikan tugas harian. Tugas harian ini dirancang sedemikian rupa sehingga jika berhasil menyelesaikannya 100% maka hadiahnya adalah penghasilan sebesar nyaris 20 juta di bulan ke 3.
Yang bikin game ini makin menarik adalah, bahwa rewardnya bukan diperebutkan, tetapi akan didapatkan oleh siapa saja yang berhasil menyelesaikan to do list harian selama 90 hari. Artinyaa kemungkinan untuk menang atau kalah disebabkan oleh diri sendiri dan bukan orang lain.

Saturday, March 28, 2015

Impian gw Buat Tristan

Beberapa kali gw share di facebook foto hasil lembar evaluasi anak gw. Ada tentang sikap saat ayah pulang kerja, tentang membantu ibu di dapur, ada tentang fungsi sapu lidi dan yang terakhir adalah fungsi trotoar.

Kesamaan dari foto-foto yang gw share adalah bahwa Tristan, 8 tahun, memilih jawaban berdasarkan yang dia lihat dan dia rasakan. Entah karena dia tidak tahu jawaban yang benar, atau memang jawaban itu wujud kejujuran anak 8 tahun.
Terus terang gw khawatir.

Thursday, March 26, 2015

Damn, gw minder!

Pagi ini, sambil nungguin anak-anak bangun, ntah kenapa gw putuskan buat ngintipin fb grup 90dgp april lebih dulu. Terus ntah kenapa juga, mata ini langsung tertuju ke salah satu postingan bu upline Nadia Meutia dengan 100 lebih comment.
Yang pertama kepikiran adalah: damn, gw ketinggalan banget nih. Terus setelah baca-baca diskusinya, yang terpikir selanjutnya adalah: damn, gw minder.

Yeay, Gigi Pertamanya Langsung 2 :)

Hampir 3 hari anak gw Terrence Gabriel Situmorang (6m3w), yang biasa dipanggil dek Terry, batuk pilek dan demam. Gw ga bilang sakit, karena demam itu setau gw bukan sakit, tetapi alarm bahwa ada bagian tubuhnya yang sedang "terganggu".